PERIZINAN EKSPOR PADA HUBUNGAN DAGANG INDONESIA CHINA

Dalam kondisi wabah Covid-19 yang melanda dunia, Indonesia terus meningkatkan kinerja perdagangan internasionalnya guna menstabilkan perekonomian negara. Salah satu perdagangan internasional yang dilakukan Indonesia adalah perdagangan dengan China. Pemerintah Indonesia dan China telah sepakat untuk berupaya memperluas hubungan perdagangan di berbagai sektor pembangunan di kedua negara tersebut, seperti infrastruktur, pertanian, kesehatan, dan sebagainya. Baik China maupun Indonesia menargetkan dapat melakukan hubungan perdagangan hingga 100 miliar dolar AS dalam 3 tahun ke depan.

Potensi Ekspor-Impor

Tingginya nilai ekspor barang menjadi salah satu alasan kedua negara mengintensifkan kerja sama penjualan secara besar-besaran. Perdagangan ekspor Indonesia ke China telah memenuhi beberapa perizinan dan prosedur perjanjian perdagangan internasional. Kemendag menyampaikan bahwa dalam skema perdagangan Indonesia-China “Comprehensive Economic Partnership Agreement atau CEPA” akan membahas keuntungan perdagangan secara lebih mendalam. Menurut Luthfi, dalam konferensi virtual dengan Kementerian Luar Negeri dan Menteri Badan Usaha Milik Negara, ia membahas low hanging fruit dalam rangka meningkatkan neraca perdagangan kedua negara. Setidaknya dalam perdagangan produk Indonesia seperti sarang burung walet yang menyentuh 1,13 miliar dolar AS untuk lima perusahaan China dan 200 juta dolar AS untuk ekspor produk furnitur.

Dalam meningkatkan perdagangan ke dua negara, Indonesia dan China memang sudah melakukan perencanaan kerjasama sejak tahun 2011. Namun adanya target baru dalam kegiatan perjanjian perdagangan negara tersebut, membuat Indonesia-China lebih memperdalam kegiatan-kegiatan perdagangan dalam berbagai sektor. Perjanjian ini merupakan kunci utama dalam pertemuan bilateral Indonesai-China. Bentuk kerja sama berupa Bilateral Economic and Trade Cooperation (BETC) menjadi sebutan Trade and Investment Framework Agreement (TIFA) pada perjanjian ini. Terlepas dari hal tersebut ke dua negara tersebut akan berkerjasama dengan baik, dengan tetap meningkatkan efektifitas prosedur ekspor terkait tata cara perizinan perdagangan.

TATA CARA PERIZINAN EKSPOR INDO-CHINA

Nilai dagang ekspor yang semakin tinggi, menjadi kesempatan emas bagi Indonesia untuk meningkatkan kerja sama dengan China. Salah satunya dalam kegiatan ekspor yang diusulkan oleh perusahaan yang memproduksi sarang walet. Ekspor tersebut diajukan karena nilai keuntungan dagang yang tinggi. Namun adanya perizinan yang mempersulit eksportir dalam kegiatan ekspor produk sarang walet ke China menjadikan pertimbangan bagi para eksportir untuk terus melakukan kegiatan perdagangan ekspor.  .

Salah satu kesulitan yang dialami oleh eksportir di Indonesia adalah adanya kewajiban yang mengharuskan pelaku usaha untuk dapat melakukan registrasi dengan lembaga General Administration Of Customs China (GACC) selaku teknisi otoritas karantina di China serta harus memiliki sertifikat eksportir yang terdaftar dalam EI-SBW.

Terlepas dari hal tersebut, sinergi dari kebijakan dari Kementrian Perdagangan Indonesia, Kementrian Luar Negeri, BUMN, serta Swasta dapat membantu mengatasi kendala tersebut, terutama ketika dapat melihat nilai ekspor dagang yang terbilang tinggi dan menjanjikan. Perizinan ekspor bagi pelaku usaha di Indonesia terhadap perizinan perdagangan internasional China sudah mulai dilakukan untuk perusahaan berbentuk Badan Hukum yang sudah menerima surat izin perdagangan oleh departemen perdagangan indonesia.

Izin Ekspor

Izin ekspor tersebut meliputi poin-poin tata cara pengeluaran akses untuk melakukan perdagangan secara internasional, termaksud perdagangan untuk ekspor barang dan jasa ke China. Izin ekspor tersebut meliputi;

Angka Pengenal Ekspor (APE) perizinan ekspor untuk eksportir barang-barang umum, yang memilki jangka waktu sekitar 5 tahun.

Angka Pengenal Ekspor Sementara atau APES yang berlaku dalam jangka waktu sekitar 2 tahun.

Angka Pengenalan Ekspor Terbatas atau APET yang digunakan untuk perusahaan Penanaman Modal Dalam  Negeri dan Penanaman Modal Asing.

APES Produsen untuk perusahaan yang melakukan kegiatan produksi diikuti dengan kegiatan ekspor barang secara langsung untuk produk bahan baku bagi industri di Luar Negeri.

Eksportir Produsen mendapatkan izin dalam melakukan kegiatan ekspor dari Kementerian Perdagangan Republik Indonesia dan izin dari Kementerian Perindustrian Republik Indonesia. Keluarnya Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 331/Kp/XII/87 pada tahun 1987 juga memuat persyaratan ekspor pada perdagangan Internasional termasuk Perdagangan dengan China dengan syarat perizinan bagi calon eksportir telah memenuhi poin-poin berikut;

Memiliki Tanda Daftar Perusahaan (TDP), Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), Memiliki Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) ; dan Memilki surat Izin Usaha dari Departemen Teknis/Lembaga Pemerintah Non-Departemen sesuai peraturan perundang – undangan yang berlaku.

Dokumen Tambahan

Selain itu juga eksportir harus memahami perizinan terkait jenis barang, kuantitas, dan ketentuan lain kegiatan ekspor yang sudah diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 13/M-DAG/PER/3/2012 tentang “Ketentuan Umum Bidang Ekspor”, yang berkaitan dengan kelompok/kategori barang yang Dilarang Ekspor, Barang Bebas Ekspor, dan Barang Dibatasi Ekspor. Larangan dan pembatasan atau lebih sering disebut Laratas, merupakan hal yang sangat penting dipahami oleh eksportir dalam kegiatan ekspor barang dan jasa. Hal ini sebagai salah satu strategi dalam mempermudah proses ekspor barang dan jasa ke negara China, sehingga efektifitas dari kegiatan perdagangan ekspor dapat menjadi nilai lebih untuk meraih keuntungan yang maksimal.

Tidaklah sulit bagi pelaku usaha yang sudah memiliki produk dan jasa yang siap di jual atau ditawarkan untuk melakukan ekspor. Pengurusan perizinan yang sudah terintegrasi akan memudahkan pelaku usaha dalam menyelesaikan proses administrasi, seperti kemudahaan layanan pengajuan dokumen ekspor secara online yang sudah diterapkan oleh Kementerian Perdagangan Republik Indonesia. Selain itu juga jika pelaku usaha mengalami kendala dalam kegiatan ekspor barang dapat meminta bantuan dengan perusahaan kargo yang sudah terintegrasi melayani pengiriman barang ke luar negeri.

Comments

  • ArtameviaHermawan
    October 19, 2022 at 6:38 pm

    Saya ingin ekspor sarang burung walet

  • Saepulloh S
    November 19, 2022 at 2:10 pm

    Mau ekspor Woods pellet, bagai mana/ kemana saya berhubungan

Add a comment