Mendekor Salurkan Dekorasi Unik Buatan Pengrajin Lokal secara Online

Dekorasi ruangan merupakan lahan bisnis yang masih bisa digarap secara serius oleh pelaku e-commerce di Indonesia. Hal ini coba dibuktikan oleh Mendekorstartup e-commerce yang fokus menawarkan dekorasi ruangan asal Jakarta buatan Brian Karno Jan.

Mendekor merupakan upaya Brian menekuni bisnis desain interior yang ia geluti usai menempuh pendidikan di luar negeri. Brian melihat peluang dari kecenderungan belanja produk tata ruang di Indonesia yang mengalami peningkatan antara 8 hingga 15 persen selama beberapa tahun terakhir. Data tersebut ia kutip dari laporan seputar perkembangan e-commerce yang dirilis oleh Euromonitor International.

Bersama lima anggota tim inti yang dibawahinya, Brian mencoba memperoleh ceruk pasar tersendiri di antara persaingan ketat beberapa pemain e-commerce furnitur lokal, seperti Fabelio dan Livaza.

Ide Mendekor berdasarkan kebiasaan di luar negeri

Sebelum mendirikan Mendekor, Brian sempat menekuni bisnis desain interior selama empat tahun. Pekerjaan ini ditekuninya semenjak berkuliah di Northumbria University, dan berlanjut hingga kepulangannya ke Indonesia.

“Dari pengalaman saya ketika di luar negeri, setiap ada proyek interior, kami terbiasa mencari referensi produk interior secara online,” ungkap Brian. “Saat saya kembali ke Indonesia dan mencoba menerapkan hal yang sama, ternyata cukup sulit untuk mencari pilihan produk interior unik yang sesuai dan berkualitas.”

Brian juga merasa prihatin atas para pengrajin kayu dan rotan lokal yang kurang didayagunakan untuk membuat produk berkualitas, padahal mereka memiliki kemampuan untuk menghasilkan produk berkualitas setara buatan luar negeri. Dengan desain dan pemasaran yang tepat, Brian merasa produk mereka bisa menjadi sesuatu yang menarik hingga diminati pasar luas dan berpotensi semakin mendorong industri kreatif di dalam negeri.

Gaet pengrajin lokal dalam membuat produk sendiri

Sama seperti penyedia layanan e-commerce furnitur lokal lain, Mendekor juga menjual produk buatan internal yang diproduksi oleh sejumlah pengrajin lokal di kota-kota kecil. Untuk bisa mewujudkan strategi ini, Brian meluangkan waktunya mengunjungi beberapa pengrajin rumahan untuk mempelajari tantangan dan potensi yang tengah mereka hadapi.

Brian mengakui bahwa proses awal ini bukanlah hal mudah. Karena usianya yang relatif muda, tak sedikit pihak pengrajin menyangsikan dirinya saat mengutarakan proses kerja sama. Ia juga mengalami kesulitan saat mencoba meyakinkan pengrajin agar melakukan perubahan desain sesuai permintaan pasar modern.

Meski demikian, Brian pada akhirnya berhasil meyakinkan puluhan pengrajin lokal untuk berbisnis dengannya dan memulai pengembangan saluran berbelanja di Mendekor.

Manfaatkan tenaga outsource dan marketplace besar

Dengan produk yang sudah siap untuk diproduksi dan dipasarkan, langkah awal Brian berikutnya adalah mempertimbangkan proses pendistribusian. Ia merencanakan pendistribusian melalui situs web sendiri serta saluran berjualan yang lain.

Pengerjaan situs web mendekor diserahkan kepada tim outsource yang khusus mengelola keperluan pengembangan portal serta pemasaran digitalDi samping itu, ia juga memanfaatkan sejumlah platform marketplace online besar di tanah air seperti Blibli, Tokopedia, Shopee, Bukalapak, dan Lazada untuk mendistribusikan inventori startup buatannya.

Di samping itu, Brian juga mempertimbangkan persiapan lainnya seperti pemilihan nama merek, pengemasan situs web, strategi pemasaran, dan lain-lainnya agar startup e-commerce buatannya dapat diterima dengan baik.

“Kami sengaja memilih nama Mendekor agar setiap orang yang mendengar namanya langsung tahu bahwa ini brand lokal. Dan juga, saat orang mendengar kalimat Mendekor, mereka pastinya secara tidak langsung tahu bahwa brand ini berhubungan dengan interior atau dekorasi,” ujar Brian.

Bidik pertumbuhan yang signifikan

Dengan ribuan produk yang ia miliki, Brian tidak membatasi pasar di kalangan konsumen perseorangan saja, tetapi juga membidik para pelaku bisnis (B2B). Beberapa kalangan bisnis yang ingin ia sasar meliputi penyedia layanan desainer interior profesional, arsitek, kontraktor, pemilik kafe, restoran, bahkan perhotelan.

Strateginya memanfaatkan saluran penjualan marketplace dan portal e-commerce membuahkan hasil yang cukup signifikan bagi pertumbuhan Mendekor di tahun pertamanya. Brian mengklaim bahwa penjualan startup miliknya bisa mencapai seribu transaksi per bulan. Pencapaian ini membuat Brian optimis bisa meraih pertumbuhan yang lebih baik di tahun-tahun berikutnya.

Ke depan, Brian ingin Mendekor dikenal sebagai salah satu penyuplai dekorasi interior dengan pangsa pasar terbesar di ranah e-commerce Indonesia. Untuk mencapai ambisi tersebut, salah satu hal yang tengah diupayakan tim Mendekor saat ini adalah meningkatkan awareness masyarakat terhadap produk yang mereka jual.

Selain itu, Brian juga berharap kehadiran Mendekor sanggup memberikan dampak positif terhadap peningkatan ekonomi dan juga kualitas hidup pengrajin di daerah-daerah Indonesia. Hal ini selaras dengan moto Mendekor, yakni “menghias ruang, menata hidup”.

Sumber: Mendekor | UKM Indonesia dan Mendekor

Comments

mood_bad
  • No comments yet.
  • Add a comment