9 Cara Mengidentifikasi dan Merealisasikan Potensi Wirausaha

Untuk menjadi wirausahawan yang sukses, kita perlu terus berinovasi dan mencari peluang baru untuk mengembangkan bisnis rintisan kita.

Tetapi bagaimana cara Anda menemukan potensi wirausaha yang bagus? Berikut adalah sembilan poin bagaimana cara untuk mengidentifikasi lebih banyak peluang bisnis.

Mengenali Masalah yang Anda Hadapi Dalam kehidupan Anda Sehari-hari

Sebagai mahluk sosial, kemungkinan besar Anda akan memiliki masalah yang sama dengan orang lain. Jika Anda memiliki masalah pada keseharian Anda, pasti akan ada orang lain yang juga menghadapi masalah yang sama persis. Tanyakan pada diri sendiri, “Masalah apa yang selalu saya hadapi?”

Hal ini bisa saja seperti sulitnya menemukan rumah untuk disewa, mahalnya suatu layanan publik, terbatasnya akses pada fasilitas tertentu, atau mahalnya suatu produk tertentu. Jika Anda bisa menyelesaikan masalah ini, berarti Anda juga dapat menyelesaikan masalah orang lain dan memanfaatkannya sebagai potensi wirausaha.

Hal ini juga akan membantu Anda untuk menemukan ide-ide baru.

Pada Hal Apa Orang Lain Meminta Nasihat Kepada Anda

Salah satu metode paling efektif untuk menemukan potensi wirausaha adalah dengan memahami dalam hal apa orang sering meminta bantuan atau nasihat pada Anda. Apakah Anda sering dimintai nasihat untuk masalah teknik komputer, jika ya berarti Anda cocok membuka usaha sebagai Konsultan IT.

Atau hal lainnya, misalkan Anda dikenal kreatif dalam hal desain grafis maka Anda akan sukses jika menggeluti bidang ini. Ada dua hal yang memvalidasi metode ini, yang pertama Anda sudah mendapatkan reputasi dan kepercayaan sebagai ahli dalam bidang pekerjaan tertentu, yang kedua adanya permintaan pasar akan jasa yang Anda tawarkan.

Menganalisa Tren di Pasar

Coba analisa produk Apa yang mendapatkan ulasan terbaik di marketplace, kemudian pelajari apakah terdapat kesenjangan permintaan dan penawaran.

Cari tahu apakah permintaan atas suatu produk atau jasa tertentu di masyarakat telah dipenuhi. Apakah permintaan untuk beberapa item produk sudah mampu dipenuhi oleh pemasok atau produsen? Jika tidak, hal ini menunjukkan bahwa masih ada ruang untuk satu lagi dalam bisnis ini.

Apa yang Dapat Anda Lakukan Lebih Baik Daripada Orang Lain

Disebut juga dengan self recognition atau upaya untuk mengenal diri sendiri. Jika Anda memiliki keterampilan yang dapat Anda lakukan lebih baik daripada rata-rata orang, Anda dapat memonetisasinya.

Misal, Anda bisa memperbaiki kendaraan bermotor dengan mudah, atau Anda dapat menggunakan bahasa asing jauh lebih baik daripada orang lain, Anda dapat mendesain sesuatu dengan lebih kreatid, hal ini bisa Anda manfaatkan sebagai peluang bisnis.

Memotong Jalur Distribusi pada Industri Tertentu

Model bisnis konvensional memiliki tiga unsur utama yakni produsen, distributor, dan penjual agar suatu produk sampai pada pelanggan. Panjangnya jalur distribusi karena banyaknya middle man dapat membuat barang menjadi lebih mahal dikarenakan adanya biaya yang lebih tinggi untuk menjualnya kepada pelanggan.

Jika Anda dapat menyalurkan barang produksi dari produsen langsung kepada konsumen, Anda dapat memotong biaya distribusi sehingga produk tersebut sampai ke tangan konsumen dengan harga yang lebih murah. Dalam hal ini Anda bisa mendapatkan keuntungan dengan menarik biaya fee atas jasa yang Anda berikan.

Memanfaatkan sumber daya yang tersedia

Ketersediaan sumber daya tertentu di suatu daerah juga merupakan suatu potensi wirausaha. Sumber daya tersebut dapat berupa bahan mentah, pekerja terampil, atau potensi wisata.

Anda harus dapat mengidentifikasi bahan-bahan yang apa yang jumlahnya melimpah di suatu daerah, namun tidak dapat dijumpai di daerah lain. Anda dapat memperoleh keuntungan baik dengan mengumpulkan bahan mentah, memprosesnya sebagai bahan setengah jadi, atau membuat produk jadi atau final product darinya.

Keterampilan lokal, Apakah ada keterampilan khusus di daerah Anda? Bisakah hal ini digunakan untuk tujuan komersial? Pelajari keterampilan ini untuk kemungkinan peningkatan dan inovasi. Ketersediaan penenun terampil dalam suatu komunitas, misalnya, dapat disadap dengan mengadakan industri tenun, ikat tangan, atau kerajinan tangan.

Contoh keterampilan tradisional di mana perusahaan progresif telah dibangun adalah: pembuatan meubel di Kota Jepara. Atau kerajinan Reyog dan gamelan di Ponorogo.

Meminta kritik dan saran pada konsumen

Metode selanjutnya adalah meminta masukan berupa saran dan kritik dari calon konsumen Anda. Hal ini Anda lakukan agar Anda dapat menyediakan produk dan jasa yang sesuai dengan selera konsumen. Seringkali konsumen membuat suatu produk hanya berdasarkan intuisinya sehingga produknya tidak laku dijual.

Satu kasus yang paling terjadi adalah pada bisnis kuliner, dimana seorang produsen memaksakan seleranya pada konsumen padahal makanan yang ia tawarkan tidak cocok dengan lidah masyarakat. Atau barangkali porsi yang ditawarkan terlalu besar sehingga sering tidak habis dan menimbulkan biaya besar di sisi produsen. Belum lagi rasa masakannya akan menurun dibenak konsumen karena terlalu kekenyangan.

Melakukan evaluasi di setiap bulan

Lakukanlah evaluasi pada bisnis Anda yang sudah berjalan, tentukan langkah Anda selanjutnya dari data yang Anda kumpulkan. Baik berupa data keuangan ataupun masukan dari konsumen Anda. Bauran pemasaran apa yang Anda lakukan, apakah melalui pendekatan sosial media, atau lainnya. Dari situ Anda dapat memperoleh data yang reliable sehingga Anda tidak mengira dengan hanya bermodalkan feeling.

Pertimbangkan langkah alternatif

Selalu memiliki rencana cadangan saat bisnis Anda mengalami kegagalan, Anda harus selalu siap dengan skenario terburuk. Dalam bisnis, keberadaan resiko tidak dapat dihilangkan tapi dapat diminimalisir.

Langkah seperti melikuidasi aset atau melakukan pivot (berganti haluan bisnis) bisa menjadi rencana cadangan Anda.

Comments

  • No comments yet.
  • Add a comment