7 Hal yang UKM Perlu Pahami untuk Meningkatkan Akses Pasar

Seperti kita ketahui bersama bahwa problematika UKM begitu beragam. Jika ditanya “Apa masalah yang dihadapi sahabat UKM?”, biasanya jawaban akan banyak sekali. Namun, sekarang saatnya sahabat UKM introspeksi apa masalah utama yang menghambat perkembangan usaha sahabat UKM? Apakah itu masalah modal? Atau masalah pasar? Menurut riset UKM Center FEB UI (2018), perkembangan UMKM di tanah air memang kebanyakan mengalami dua hambatan utama, yakni kesulitan modal dan pemasaran. Saat ini mari kita bahas permasalahan “PASAR” terlebih dahulu. Salah satu data yang menjelaskan mengapa UMKM sulit memperluas pasar adalah terkait rendahnya tingkat go digital, karena jumlah UKM pengguna internet yang baru menyentuh 5 % (Bank Indonesia, 2019). Fakta ironis lain adalah proporsi ekspor UKM Indonesia hanya sebesar 14.3%. Komposisi ini kalah jauh dengan Filipina (20%), Thailand (29%) dan Singapura (49%). Fakta tersebut mengisyaratkan bahwa pencapaian atas potensi pasar UMKM di Indonesia masih belum optimal.

Sahabat UKM dapat memulai evaluasi atau introspeksi dengan bertanya pada diri sendiri, misalnya, “usaha sudah berjalan cukup lama, nih, tapi kok penjualan begini-begini aja, ya?”. Atau, “pakai media sosial sudah, punya toko online sudah, tapi mengapa target kenaikan omset penjualan selalu meleset?”. Jika salah satu dari pertanyaan tersebut merupakan pertanyaan Anda, kemungkinan besar sahabat UKM memiliki permasalahan akses pasar. Menghadapi permasalahan tersebut, lalu apakah yang perlu sahabat UKM lakukan? Apakah hanya mengeluh dengan problem tersebut? Tentunya kita sebagai pelaku usaha perlu memahami bagaimana bisa memperluas pasar. Lalu bagaimana caranya agar kita dapat meningkatkan akses pasar? Berikut 7 Hal yang UKM perlu pahami.

1. Merancang Nilai Keunggulan (Value Proposition) agar Laris Terjual

Knows Your Product” alias Ketahuilah Produkmu. Agar produk laris terjual tentunya kita wajib tahu apa nilai keunggulan yang ditawarkan ke konsumen, atau biasa disebut value proposition, dari produk/jasa yang dijual. Merancang nilai keunggulan perlu melakukan analisa pasar. Mulailah dengan mengenali Mengapa seorang pelanggan mau membeli produk kita? Fitur apa yang ditawarkan dari produk kita? Apa manfaat/fungsi dari produk kita? Misalnya, kita berjualan tas kulit dan kita menyediakan layanan kustomisasi alias calon pembeli boleh meminta dibuatkan tas sesuai dengan keinginannya, tidak tergantung pada model yang ada. Ini bisa jadi salah satu nilai keunggulan karena tidak semua penjual tas menyediakan layanan tersebut. Contoh lainnya misalnya kita memproduksi brownies bakar dengan keunggulan brownies bakar kita wangi dan memiliki varian rasa yang unik seperti bisa 3-5 rasa dalam satu Loyang brownies. Dengan merancang dan memahami tentang manfaat dari produk yang dicari pelanggan, kita dapat menentukan karakteristik pelanggan potensial yang mungkin tertarik dengan produk kita.

Nilai keunggulan dapat dilihat dari beberapa aspek seperti : harga, kemasan, kualitas, desain, kecepatan, kesiagaan 24 jam, kenyamanan, brand image,kostumisasi, keragaman pilihan, ada garansi, ada layanan pengiriman atau program cicilan 0%, dll. Semakin banyak nilai-nilai manfaat yang kita kaitkan ke produk kita semakin tinggi kemungkinan akan laku. Nilai Keunggulan juga dapat diciptakan dari bahan baku, cerita proses produksi, kualitas produk yang dihasilkan, kepraktisan kemasannya, bahkan sampai pada pelayanan distribusi penjualannya (contoh: bisa dibeli online di berbagai marketplace, katalog online-nya lengkap di media sosial, bisa terima ragam jenis metode pembayaran, bisa dicicil bayarnya, ada garansi, dll). Semakin banyak nilai-nilai keunggulan yang kita kaitkan ke produk kita semakin tinggi kemungkinan akan laku.

2. Targetkan Segmen Pasar yang Spesifik

Dari ulasan sebelumnya sahabat UKM harus merancang dengan baik keunggulan produk kita, sekarang sahabat UKM juga harus tahu dengan baik “ Siapa segmen pasar dari usaha kita?”. Mungkin saja sahabat UKM disini stagnan terus omsetnya karena salah dalam penentuan segmen pasar. Karena pada umumnya ketika segmen pasar yang kita targetkan tepat dan spesifik berdasarkan keunggulan produk, maka bisa lebih mudah menarik konsumen. Namun tidak sedikit juga pelaku UKM yang enggan melakukan segmentasi pasar, inginnya menjual pada semua orang. Padahal, UKM tidak memiliki sumber daya yang cukup untuk menciptakan produk yang mampu memuaskan semua orang. Selain itu, UKM tidak memiliki sumber daya yang cukup untuk memasarkan produknya kepada semua orang.

Segmentasi pasar ini sangat penting bagi sahabat UKM karena dapat membuat proses dan upaya untuk memperluas pasar menjadi lebih terarah, fokus, dan efektif. Hal ini semakin penting karena nilai keunggulan produk umumnya bersifat relatif bagi segmen berbeda. Sebagai contoh, bagi Alik produk Kripik X dinilai unggul karena enak banget dan harganya terjangkau; sementara bagi Echy, produk X tidak dinilai unggul karena walau rasanya enak, kriuknya mantap, dan harganya terjangkau, kemasannya kurang meyakinkan, masih pakai MSG (micin), dan belum ada izin edar sehingga Echy merasa was-was untuk mengkonsumsinya. Apakah ini artinya Produsen X harus segera memperbaiki kemasan walau implikasinya dia harus menaikkan harga, demi menarik lebih banyak orang seperti “Echy” untuk bisa menjadi pelanggannya? Jelas belum tentu. Jika orang seperti Alik jumlahnya lebih banyak, apakah bijak memperbaiki kemasan untuk tujuan meningkatkan penjualan kepada segmen konsumen seperti “echy” dengan resiko kehilangan sebagian besar konsumen seperti “Alik”?

Berikut adalah beberapa manfaat segmentasi pasar bagi sahabat UKM:

  • Bisa mengkategorikan potensi pasar dan menyusun prioritas
  • Pelayanan bisa lebih baik, karena bisa dijahit (custom) sesuai dengan kebutuhan spesifik target konsumen
  • Strategi pemasaran lebih terarah
  • Menemukan peluang baru
  • Faktor penentu nuansa desain kemasan, brosur dan poster digital sebagai konten media sosial
  • Strategi komunikasi lebih efektif, misalnya jadi lebih tahu sapaan apa yang paling cocok untuk menyapa konsumen
  • Dapat memantau produk yang menargetkan segmen yang sama, baik untuk memahami peta persaingan, maupun untuk mengetahui produk lain yang cocok menjadi mitra co-branding.
  • Dapat mengevaluasi target dengan lebih jitu dalam rencana bisnis

Segmentasi pasar ini ada beberapa jenis diantaranya:

  • Segmentasi berdasarkan Demografis, yaitu membagi pasar berdasarkan kelompok kependudukan seperti usia, gender, pendapatan, pendidikan, agama, pekerjaan, suku bangsa, dsb.
  • Segmentasi berdasarkan Geografis, yaitu membagi pasar berdasarkan kelompok area geografis seperti kota, negara, daerah, dsb
  • Segmentasi berdasarkan Psikografis, yaitu membagi pasar berdasarkan kelompok psikografis seperti kelas sosial, karakteristik personal, dan atau gaya hidup
  • Segmentasi berdasarkan Tingkah laku, yaitu membagi pasar berdasarkan kelompok yang memiliki kesamaan seperti respon terhadap produk atau pengetahuan terhadap produk, dasar penggunaan produk.

Untuk lebih jelasnya, yuk kita coba bahas dari contoh kasus segmentasi pasar pada J.CO Donuts & Coffee.

J.CO Donuts & Coffee merupakan perusahaan yang menjual donat dan minuman lainnya seperti yogurt dan kopi dengan kisaran harga donus 8 ribu serta coffee dan yogurt 30 – 60 rb. J. CO Donuts & Coffee ada di berbagai negara dan cenderung menyasar wilayah kota, biasanya ada di mall. Segmentasi Demografisnya adalah mahasiswa dan pekerja kantoran kurang lebih berumur 18 – 45 tahun, Jenis kelamin: Laki-laki dan perempuan. Segmentasi Geografinya adalah orang yang tinggal di kota besar karena J.Co Donuts & Coffee menyasar lokasi mall. Dari sisi Segmentasi Psikografis, J. CO Donuts & Coffee menyasar menengah ke atas dengan gaya hidup modern yang menggemari aktivitas kerja, belajar, meeting atau bertemu teman di kafe, suka dengan makanan dan minuman yang punya citra brand premium. Lalu Segmentasi Tingkah Lakunya adalah usia muda- produktif bekerja yang aktif.

3. Mengenal Ragam Sumber Pendapatan Usaha sebagai Model Bisnis

Darimana sumber pendapatan sahabat UKM? Apakah hanya membeli barang lalu menjualnya kembali sehingga kita memiliki selisih margin dari transaksi tersebut? Atau misalnya kita hanya mendapatkan pendapatan usaha berupa sewa kost-kostan yang dimiliki? Sebelum menganalisa pendapatan usaha, kita harus memahami terlebih dahulu model bisnis. Model bisnis adalah pola atau kegiatan yang menjelaskan suatu usaha menghasilkan pendapatan. Untuk menghasilkan pendapatan usaha banyak ragam arus pendapatan yang bisa pilih untuk kita inovasikan di dalam model bisnis. Ragam sumber pendapatan usaha diantaranya sebagai berikut:

  • Penjualan: Pendapatan diperoleh dari hasil penjualan produk. Total penjualan adalah jumlah unit produk yang laku dikali dengan tingkat harga jualnya. Harga jual sejatinya lebih tinggi daripada harga belinya. Misalnya membeli baju di tanah abang 60 ribu lalu dijual kembali dengan harga 80 ribu, sehingga terdapat margin/laba kotor sebesar Rp20 ribu per unit produk.
  • Fee atas jasa tambahan yang diberikan, seperti service fee, Per hour fee, Transaction fee, fee pendaftaran, fee jasa eventfee pelatihan, fee konsultasi
  • Fee berlangganan (subscription fee): berlangganan atas manfaat produk/jasa dalam suatu jangka waktu tertentu seperti bulanan
  • Fee pemasangan iklan
  • Fee sewa: balas jasa atas penggunaan suatu barang/jasa, misalnya sewa ruko, sewa dapur, sewa rak di jaringan toko modern berupa listing fee, dll.
  • Komisi: hasil imbal jasa/komisi dari suatu transaksi yang dibayarkan karena jasa yang diberikan dalam transaksi jual beli tertentu. Bedanya Fee dengan Komisi adalah bahwa Fee umumnya bersifat nominal (contoh: biaya langganan internet Rp500.000 per bulan). Sementara komisi, umumnya bersifat persentase dari transaksi. Perusahaan jasa perdagangan (seperti trading house, marketplace e-commerce, toko retail, dan marketing agency) umumnya menggunakan model pendapatan ini (contoh: komisi konsinyasi 10%, success fee atas transaksi ekspor yang dihasilkan 3%).

4. Mengenal Ragam Jalur Distribusi untuk Memperluas Pasar

Pemasaran saat ini bisa dilakukan melalui dua jalur distribusi yaitu secara langsung dan tidak langsung. Jalur distribusi langsung dilakukan secara langsung antara produsen dan konsumen tanpa perantara, sedangkan distribusi tidak langsung dilakukan dengan perantara misalnya produsen menggunakan sistem reseller dan reseller inilah yang menjual kepada konsumen.

Cara jalur distribusi dapat dilakukan dengan cara offline dan online. Apakah keduanya perlu dilakukan? Jawabannya adalah tergantung dari model bisnis kita, kembali ke pendapatan usaha kita berasal darimana saja. Berjualan online tidak berarti meninggalkan offline. Distribusi offline dapat dilakukan dengan beberapa hal berikut :

  • Membuka toko/workshop
  • Membuat jalur distribusi dengan distributor, supplier, agen, ataupun reseller
  • Memperluas distribusi pemasaran melalui waralaba

Seperti sahabat UKM ketahui bersama, era saat ini para UKM berbondong bondong memanfaatkan pemasaran melalui daring/online. Mengapa demikian? Perlu diketahui sahabat UKM semua bahwa nilai transaksi perdagangan online di Indonesia tahun 2019 sekitar RP. 290 triliun, selain itu sekitar 96% pengguna internet Indonesia pernah menggunakan internet untuk mencari produk/layanan untuk dibeli secara online (Sumber : We Are Social, 2019, Katadata.co.id). Ini merupakan peluang yang sangat besar untuk sahabat UKM semua. Melalui jalur distribusi online ini, sahabat UKM dapat menjangkau wilayah pemasaran lebih luas meskipun tempat usaha secara fisik hanya berada dalam 1 wilayah. Tentunya, jangkauan yang lebih luas berpeluang meningkatkan omset sahabat UKM semua. Lalu apa saja sih jenis media digital yang ada?. Media digital dapat digunakan sebagai “ ruang pameran online” seperti media sosial (Instagram, Facebook), website. Dapat juga digunakan untuk media berjualan yang sampai melayani transaksi berjualan seperti marketplace (Tokopedia, Shopee, Bukalapak) atau media digital lainya seperti Gofood dan Grabfood.

5. Kelola Hubungan Pelanggan dengan Baik

Sahabat UKM pernah mendengar “Silaturahmi mendatangkan rezeki?”, nah kurang lebih pepatah tersebut menjelaskan bahwa sahabat UKM semua perlu mengelola hubungan pelanggan dengan baik agar semakin terbuka pintu rezeki alias memperluas akses pasar. Tidak sedikit loh pelanggan baru datang karena mendapat referensi dari pelanggan lama. Misalnya, Mbak Farah mencari hijab syari yang nyaman dan trendi. Lalu mbak Farah bertanya kepada sahabatnya mbak Aisyah. Aisyah pun memberikan rekomendasi tempat dia memberi hijab syari karena menurut Aisyah, beli disitu nyaman sekali. Tidak hanya produknya yang sesuai harapan, tapi pelayanan admin ramah dan tidak jarang juga Aisyah mendapat hadiah tambahan bros setiap pembelian hijabnya. Padahal tidak ada info bahwa setiap pembelian akan mendapat bros.

Beberapa tips yang dapat dilakukan untuk mengelola hubungan baik dengan pelanggan :

  • Menyimpan kontak HP/WhatsApp pelanggan dengan nama lengkap, dan juga alamatnya (jika sudah pernah mengirimkan produk ke alamat tersebut); agar dalam komunikasi ke depan, kita dapat mengirimkan pesan kepada pelanggan dengan menyebut nama, dan tidak perlu menanyakan lagi alamat pelanggan pada pengiriman berikutnya.
  • Mencatat tanggal ulang tahun dan memberi ucapan ulang tahun
  • Bertanya dan meminta pendapat pelanggan dengan survei berkala
  • Memberikan reward (penghargaan/hadiah) kepada pelanggan
  • Membuatkan grup/komunitas pelanggan, khususnya yang berkenan menjadi reseller
  • Membuat diskon dengan program referral atau “ajak teman”

6. Memahami Manajemen Pemasaran melalui 4P (Product, Price, Place, Promotion)

Apakah sahabat UKM sudah memiliki strategi pemasaran dalam menjalankan usaha selama ini? Atau mungkin sahabat UKM beranggapan bahwa hanya usaha besar yang cocok menerapkan strategi pemasaran, sedangkan usaha yang omsetnya masih mikro atau kecil tidak membutuhkan strategi pemasaran? Dalam menjalankan usaha, strategi pemasaran yang tepat merupakan kunci penting dalam rangka kesuksesan bisnis. Sebagai ilustrasi, bisa jadi produk yang kualitasnya sedang-sedang saja, namun berkat kemampuan dan strategi pemasaran yang baik, maka produk tersebut diterima dengan baik di pasar dan mampu bertahan lama. Jadi, tidak hanya usaha besar namun semua kategori UKM sangat membutuhkan manajemen pemasaran. Lantas, bagaimana cara sahabat UKM memahami strategi pemasaran? Strategi pemasaran sebenarnya mencakup 4 elemen kunci, berikut di bawah ini.

Produk atau Layanan (Product): Jika ada 2 produk sambal yang sama enaknya, sama harganya, kemasannya sama bagusnya, sama-sama tanpa pengawet buatan, sama-sama juga sudah punya Izin Edar; bedanya, pertama 8 jam sudah basi, dan yang kedua 1 minggu; yang pertama harus dibeli dengan datang ke tokonya, yang kedua bisa dipesan via WhatsApp lalu diantar. Kira-kira lebih mudah jual produk yang mana, ya, yang pertama atau kedua? Dalam strategi pemasaran, desain dari nilai keunggulan produk (value proposition) adalah hal pertama yang harus diperhatikan, disesuaikan dengan karakteristik segmen konsumen yang ditargetkan. Mulai sekarang, tidak ada salahnya sahabat UKM mulai mengubah mindset, dari yang tadinya sekedar menjual produk, menjadi menjual “nilai keunggulan” dalam suatu produk. Hal ini juga yang membuat artikel ini dimulai dengan poin tentang Nilai Keunggulan.

Harga (Price): Strategi atau seni menentukan harga yang sesuai dengan nilai keunggulan dan target segmen konsumen yang disasar. Pernah dengar cerita bahwa pengusaha aksesoris bisa menjual kalung mutiara yang biaya produksinya hanya Rp100,000 dengan harga Rp1 juta? Atau sering melihat minyak goreng yang dijual dengan harga khusus jika dibeli langsung sebanyak 2 unit (dengan penyajian 2 bilangan harga, salah satunya dicoret)? Harga merupakan bagian tidak terpisah dari strategi pemasaran, karena harga cara paling cepat untuk membangun persepsi di benak konsumen. Aksesoris bisa diberi harga Rp1 juta karena desainnya eksklusif, dibuat oleh seniman lokal,, dan hanya dibuat 6 unit sehingga tidak akan “pasaran”, bisa saja laku terjual. Ketika dijual Rp150 ribu, bisa jadi malah kurang laku, karena ada persepsi bahwa aksesoris tersebut “kurang eksklusif” karena harganya terjangkau.

Tapi jika nilai keunggulan yang ingin kita kedepankan adalah “murah” karena menyasar segmen “menengah bawah”, maka sangat penting untuk menentukan harga yang mendukung persepsi tersebut.

Lokasi Distribusi (Place): Setelah memahami nilai keunggulan produk yang disesuaikan dengan target segmen konsumennya, tahu pula harga yang sesuai; maka strategi berikutnya adalah menentukan tempat-tempat dimana saja (place) dan saluran distribusi apa saja yang ingin digunakan untuk mendistribusikan produk/layanan kita. Di era digital saat ini, mendistribusikan atau menjual produk/layanan bisa secara online maupun offline. Sebagai contoh, jika ingin menjual pakaian anak yang murah meriah, sebaiknya sewa gerai di ITC atau Mall mewah? Kalau online, di facebook atau instagram? di bukalapak/tokopedia atau Shopee/Zalora? Sebaliknya, kalau ingin menjual pakaian anak karya desainer yang dibuat maksimal 6 piece per desain, agar mudah ditemukan oleh segmen konsumen yang ditargetkan, lebih baik sewa gerai di ITC atau di Mall? Di bukalapak/tokopedia atau Shopee/Zalora? Harus jualan langsung ke konsumen, atau justru perlu membangun jaringan reseller? Ini semua adalah pertanyaan-pertanyaan strategis yang perlu dijawab sehubungan dengan aspek Place, dengan memperhatikan saluran distribusi, cakupan distribusi, lokasi, persediaan, fasilitas penyimpanan, dan transportasi..

Promosi (Promotion): Setelah merancang keunggulan nilai produk, menetapkan harga dan lokasi distribusi yang tepat, kira-kira apakah sudah ada jaminan produk kita akan laris terjual jika tidak banyak orang yang tahu tentang keunggulan produk, harganya, dan juga bisa dibeli dimana saja? Promosi ditujukan untuk mengkomunikasikan dan memperkenalkan produk ke pasar agar target pasar tertarik untuk membelinya, meningkatkan status pembeli menjadi pelanggan. Alat berpromosi sangat beragam. Dimulai dari kartu nama, plang nama toko, merk, brosur, pameran, potongan harga, iklan di berbagai media (spanduk, baliho , TV, internet, Status WA, Instagram, Facebook), bahkan suara.

Itulah tadi ulasan singkat seputar strategi pemasaran dasar 4P yang penting diketahui oleh para pengusaha. Bagi sahabat UKM yang bergerak di bidang jasa, selain 4P (Product, Price, Place dan Promotion) terdapat juga aspek strategi pemasaran tambahan, berupa 3P, yaitu :

  • Orang (People): Teknik pemasaran dengan memanfaatkan kekuatan hubungan dengan pelanggan sehingga menciptakan kenyamanan dan meningkatkan kepercayaan pelanggan. Ini bisa berdampak pada peningkatan loyalitas pelanggan itu sendiri. Ini juga berkaitan dengan manajemen SDM/karyawan sehingga mampu menciptakan layanan dengan baik. Khususnya SDM yang ditempatkan untuk berinteraksi langsung dengan konsumen (seperti teller bank, tenaga ahli di perusahaan konsultan, teknisi di bengkel, dll).
  • Proses (Process): Strategi pemasaran dengan menunjukkan bahwa proses yang dilakukan memiliki perbedaan dibandingkan dengan proses lain pada umumnya, yang dapat membuat orang tertarik membelinya karena ada keunikan proses di dalamnya. Contoh, kalau cuci mobil di Bengkel A bisa sangat bersih dan cepat karena menggunakan proses cuci robot teknologi terkini.
  • Penampilan Fisik (Physical Evidence): Bagi banyak perusahaan jasa, hal ini diperlukan untuk membangun kesan terpercaya. Restoran tergolong bisnis jasa penyajian makanan minuman, sehingga penting sekali menampilkan situasi tempat yang nyaman dan bersih, bahkan, instagramable. Kantor-kantor jasa keuangan atau konsultan juga penting sekali menunjukkan tempat yang baik, untuk membangun kepercayaan dan keyakinan konsumen. Di dunia digital ini, penampilan tidak terbatas penampilan fisik, tapi bisa saja berupa penampilan digital seperti konten-konten yang ditampilkan di media sosial atau website.

7. Memanfaatkan Digital Marketing secara Optimal

Sebagian besar sahabat UKM saat ini memang sudah memiliki media digital untuk pemasaran. Namun, apakah sudah dikelola dengan baik sehingga hasilnya optimal? Sudahkah memisahkan antara media digital milik pribadi dengan usaha? Ini yang banyak luput dari sahabat UKM, dimana sahabat UKM mencampurkan media digital pribadi dengan usaha. Jangan ya sahabat UKM! Jika sahabat UKM sudah memiliki media digital untuk saluran promosi namun masih bercampur dengan pribadi, segera pisahkan ya! Mengapa demikian? Karena media digital merupakan ruang informasi sekaligus pamer untuk usaha sahabat UKM. Kalau dulu kita pamer usaha dengan mengikuti pameran misalnya, sekarang ada media sosial yang bisa digunakan untuk memperlihatkan usaha kita dengan harapan banyak dilihat sehingga orang tertarik dan ingin beli produk sahabat UKM. Jika akun jualan dan pribadi bercampur tentunya ini akan membingungkan persepsi konsumen juga karena pamer urusan pribadi lain halnya dengan pamer produk jualan. Selain itu, kita tidak bisa menilai efektivitas dari penggunaan digital marketing untuk penjualan jika akun masih bercampur.

Lalu, bagaimana memanfaatkan digital marketing secara optimal. Berikut hal-hal yang perlu dilakukan!

Menentukan media digital marketing yang sesuai

Tentunya boleh saja memiliki banyak media online namun jangan sampai seperti rumah yang tak berpenghuni alias punya semua media namun tidak dikelola dengan baik akhirnya pengaruh terhadap penjualan pun tidak ada. Pilih media yang jelas-jelas banyak penggunanya. Facebook, WhatsApp, Instagram, dan Google BisnisKu adalah yang media sejauh ini terbanyak penggunanya. Pemilihan disesuaikan dengan karakteristik segmen pasar kita misalnya kalangan mahasiswa millennial lebih gandrung komunikasi dengan LINE; pecinta fashion umum mencari produk di Zalora atau Zilingo; pencari makanan siap saji seringnya mencari menu di GoFood atau GrabFood. Jika akun pribadi sudah terlanjur banyak teman atau follower-nya, akun pribadi ini bisa diganti saja namanya menjadi akun bisnis; dan justru akun pribadi kita yang dibuat baru.

Mengelola komunikasi yang efektif dengan konsumen

Kenyaman konsumen berkaitan dengan layanan merupakan aspek sangat penting. Tidak sedikit orang tidak jadi membeli karena kurang nyaman entah itu pelayanan adminnya yang kurang ramah atau alur komunikasi yang tidak ditata dengan baik. Misalnya, calon konsumen ingin belanja di Toko Online Sinar Mentari, namun kontak yang tertera hanya LINE saja, sedangkan si calon konsumen tidak memiliki aplikasi tersebut. Atau misalnya link yang tertera hanya nomor Whatsapp yang tidak memiliki link sehingga jika calon konsumen membeli harus mencatatnya dahulu. Kondisi tersebut bisa jadi mengurungkan niat membeli dan jadi batal.

Dalam mengelola komunikasi yang efektif diperlukan funneling (penggiringan) yang efektif. Misalnya, setelah pengunjung medsos dan website tertarik, diskusi lebih lanjut digiring (funneling) ke WhatsApp atau ke link toko online di e-commerce, agar pembayaran dan pengiriman dapat dimonitor secara transparan. Pola umum funneling atau penggiringan komunikasi pelanggan adalah sebagai berikut :

Hal lainnya yang diperlukan dalam mengelola komunikasi yang efektif adalah :

  • Membuat Profil Usaha (Company Profile) yang baik : Sahabat UKM perlu membuat profil yang informatif dan menarik.dengan menampilkan foto profil yang indah, nama lengkap usaha, deskripsi usaha, dan informasi kontak
  • Mengelola Kontak dengan Baik : Memiliki manajemen kontak yang baik akan membuat efisien dalam berkomunikasi dan menjaga hubungan baik. Tidak hanya dengan pelanggan, tapi juga dengan mitra pemasok, dan mitra usaha lainnya. Misalnya, Jika ikut bazar atau pameran, sempatkan bersilaturahmi dengan pembeli. Minta nomornya untuk menambah database kita sehingga dapat memberikan informasi promo-promo kepada mereka, melengkapi informasi kontak, bergabung dengan grup WA yang relevan, menyiapkan format narasi untuk memperlancar komunikasi dengan konsumen, serta melakukan penyimpanan data kontak dengan baik misalnya dengan menautkan data kontak dengan email dan menyempatkan membuat database kontak di Excel atau Google Spreadsheet.

Mengelola proses transaksi digital

Menggunakan transaksi digital sangat penting untuk Keamanan Transaksi, karena menurunkan risiko pencurian. Ini pun Praktis dan Efisien, misalnya tak perlu siapkan uang kembalian, mempermudah sahabat UKM untuk Memiliki bukti/pencatatan transaksi karena tercatat secara digital, lalu memberi kenyamanan kepada konsumen yang cashless (sedikit menggunakan uang cash).

Membuat konten promosi digital sesuai dengan tujuan

Konten merupakan alat dalam strategi pemasaran. Konten perlu dibuat menarik, relevan, dan bernilai sehingga dapat menarik calon pelanggan . Konten pemasaran yang kita buat harus disesuaikan dengan tujuan. Berikut beberapa tujuan konten:

  • Brand Awareness, bertujuan membangun brand awareness biasanya berisikan edukasi yang berkaitan dengan produk/layanan. Konten ini bertujuan agar masyarakat peka dan sadar pentingnya kehadiran brand kita, dan menjadi ingin mencobanya.
  • Brand Image, bertujuan untuk menanamkan persepsi atau citra tertentu di benak pikiran konsumen, yang memperjelas keunikan/keunggulan diantara merek sejenis lainnya.
  • Meningkatkan Penjualan, bertujuan untuk meningkatkan sales/penjualan adalah membuat orang ingin membeli produk/jasa kita.

Mengenal berbagai saluran promosi digital

Setelah menggunakan media digital tentunya kita harus mengetahui saluran promosi apa saja yang bisa digunakan dan yang tepat bagi usaha kita. Saluran promosi digital dapat dilakukan dengan :

  • Melakukan aktivitas posting rutin : Posting sosial media secara rutin ini memperlihatkan pada warganet bahwa bisnis berjalan aktif. Posting bisa berupa disesuaikan dengan tujuan konten misalnya untuk brand awareness, brand image atau penjualan
  • Menggunakan iklan : Aktivitas Iklan diharapkan dapat menjangkau warganet lebih luas dengan target warganet yang melihat iklan disesuaikan dengan target konsumen kita
  • Menggunakan influencer :Menggunakan Orang yang memiliki persona menarik dan inspiratif, sehingga dianggap memiliki pengaruh besar di promosi digital
  • Melakukan aktivitas giveaway : Memberikan hadiah gratis melalui undian atau kontes.

Mengelola feedback konsumen untuk berinovasi

Berani memperluas pasar melalui pemasaran digital, artinya kita harus sudah siap mental terbuka atau bahkan senang atas saran dan kritik yang masuk. Karena konsumen akan lebih mudah mengutarakan testimoni dan kritiknya secara terbuka dan bisa dibaca siapa saja di internet. Sahabat UKM haru menanggapi feedback konsumen dengan positif dan selalu jadikan pemicu untuk terus berinovasi dan naik kelas! Apa saja yang bisa sahabat UKM lakukan untuk mengelola feedback? Berikut tipsnya!

  • Lakukan survey dan rating secara online
  • Posting ulang testimoni/ulasan pelanggan
  • Amati kolom komentar dan baca komentar-komentar audiens
  • Membuat kuis untuk minta masukan pelanggan

Bagi teman-teman yang mau mengetahui lebih lanjut mengenai digital marketing ini, nantinya juga kami akan ada beberapa artikel yang membahas lebih dalam mengenai masing-masing poin. Sahabat UKM juga dapat mempelajarinya melalui platform WeLearn khususnya di modul Digital Marketing.

Setelah membaca 7 Hal Yang perlu sahabat UKM pahami untuk memperluas pasar apakah sahabat UKM semakin semangat memperluas pasar? atau malah nyaman dengan kondisi saat ini saja karena melihat begitu banyaknya hal yang perlu dilakukan untuk perluas pasar? Jika sahabat UKM ingin “ Naik Kelas” tentunya “ YA”, memang banyak hal yang perlu ditempuh. Tetapi, lagi-lagi perluasan pasar ini menjadi tonggak keberlangsungan usaha kita. Ingin usaha kita berlangsung lama dan terus tumbuh besar, maka perluasan akses pasar adalah hal mutlak alias wajib dilakukan.

Kesimpulannya, sahabat UKM dapat perlahan mengikuti satu per satu hal diperlukan untuk tingkatkan akses pasar. Misalnya diawali dengan memperkuat nilai keunggulan yang ditawarkan (value propositions), menentukan target pasar yang spesifik, dan menentukan sumber pendapatan. Ini semua merupakan dasar model bisnis dari sahabat UKM. Setelah itu sahabat UKM mulai memikirkan untuk menentukan jalur distribusi mana yang akan dijalankan dan bagaimana menjalin hubungan yang baik dengan pelanggan. Sambil proses berjalan, mulailah memikirkan 4P dalam manajemen pemasaran. Terakhir untuk memperluas pasar, manfaatkan digital marketing secara optimal. Oleh karena itu, yuk selalu semangat dan pantang menyerah!

Tunggu berbagai artikel berikutnya mengenai Akses Pasar untuk memahami 7 hal penting ini lebih lanjut. Semangat untuk selalu Maju, UKM Naik Kelas!

Comments

mood_bad
  • No comments yet.
  • Add a comment